Catatan Pendek mengenai Globalisasi

 Globalisasi berkembang didalam pasar Eropa yang dimulai sekitar tahun 1500-an dan kemudian menjalar sampai ke seluruh dunia melalui bentuk yang tersendiri. Globalisasi muncul melalui imperialisme dan kolonialisme politik yang perkembangannya masih terasa sampai saat ini.

Perkembangan

Globalisasi berkembang didalam pasar Eropa yang dimulai sekitar tahun 1500-an dan kemudian menjalar sampai ke seluruh dunia melalui bentuk yang tersendiri. Globalisasi muncul melalui imperialisme dan kolonialisme politik yang perkembangannya masih terasa sampai saat ini.

Kira-kira sesudah tahun 1900-an, ketika liberalisasi ekonomi muncul di Eropa, globalisasi muncul kedalam bentuk demokrasi. Pinggiran pasar-pasar eropa yang merupakan bekas jajahan kolonialisme merasa merdeka ketika boleh bebas dari kekangan kolonialisme politik. Akan tetapi, secara tidak disadari kolonialisme ekonomi tetap berlangsung karena kekuasaan masih berada didalam tangan kolonial. Penjajahan (kolonialisme-imperialisme) ekonomi melalui globalisasi itu terjadi dibanyak negara termasuk Indonesia.

Melalui prosesnya yang kompleks, globalisasi muncul dalam bentuk yang lebih baru sejak tahun 1980-an. Adapun ciri-cirinya yang dapat diperhatikan adalah :
a. Mengusahakan laju pertumbuhan ekonomi sebagai prioritas utama dibandingkan dengan kesejahteraan sosial lainnya.
b. Membebaskan pergerakan modal
c. Mengurangi batasan-batasan dari pemerintah terhadap kegiatan ekonomi
d. Berproduksi lebih untuk ekspor daripada pasar dalam negeri
e. Mengusahakan keuntungan dalam jangka pendek tanpa mempertimbangkan kesejahteraan sosial jangka panjang dan juga keberlanjutan lingkungan hidup.

Dalam bentuk ini, globalisasi menyebabkan ketimpangan yang semakin tajam, dimana 20 % penduduk dunia (global) menerima lebih dari 80 % keuntungan global; 10 % dari penduduk suatu negara menerima setengah dari pendapatan nasional; pengangguran; kemiskinan; melebarnya jurang antara orang kaya dengan orang miskin; kerusakan lingkungan hidup dan hilangnya kebebasan politik negara berkembang serta terancamnya demokrasi.

Peranan neo-liberalisme terhadap globalisasi

Melalui sistem perekonomian yang didasari oleh neo-liberalisme, muncullah suatu era dimana uang/ modal tidak dapat terkontrol. Peredaran uang tidak lagi terlihat sebagai peredaran mata uang sebagai nilai tukar untuk pergerakan barang-barang dan jasa nyata bergerak dalam pasar, melainkan didominasi oleh transaksi yang tidak riil.
Perkembangan keadaan politik dalam suatu negara ditentukan oleh perkembangan yang didasari oleh neo-liberalisme ini. Dunia menjadi dikuasai oleh sistem uang melalui perkembangan globalisasi yang rumit. Dan secara bersamaan, sistim produksi dan pemasaran serta perdagangan juga semakin terintegrasi, sehingga globalisasi yang sudah berlangsung selama ratusan tahun dapat dikatakan mengambil wajah barunya sejak tahun 1980-an. Bila dahulu pasar Eropa-lah yang menguasai perekonomian, maka dalam globalisasi ekonomik ini, perusahaan transnasional-lah (Transnational Corporation-TNC) yang menggantikannya menjadi pelaku pasar.

TNC secara langsung mulai berkaitan dengan investasi langsung dengan niat untuk mencari ongkos produksi yang lebih murah. Sehingga perusahaan mencari lokasi pabrik di daerah yang upahnya lebih murah. Peranan Lembaga-lembaga keuangan internasional seperti IMF dan World Bank pun semakin penting mempengaruhi kehidupan manusia. Mereka memiliki kekuasaan untuk menawarkan kontrol usaha-usaha ekonomi didalam masa-masa sulit suatu negara. Dan melalui prosesnya ini tampillah globalisasi dalam bentuk baru sejak tahun 1980-an seperti yang telah dikemukakan sebelumnya diatas. Jadi dengan demikian secara tidak langsung neo-liberalisme telah menjadi penyebab tidak langsung berkembangnya globalisasi kearah yang lebih baru.

Pihak yang diuntungkan dan dirugikan oleh dampak globalisasi.

Bila berbicara tentang pihak-pihak yang diuntungkan atau dirugikan maka berarti kita akan membicarakan siapa yang melakukan, mengendalikan (kontroller) dan siapa pihak yang dikendalikan. Dalam hal ini, pihak-pihak yang diuntungkan tentunya adalah negara-negara maju, terutama yang masuk menjadi bagian dari G8, perusahaan trans-nasional (Transnational Corporation TNC) beserta Lembaga-lembaga keuangan internasional, yakni IMF (International Monetary Found) dan World Bank.

TNC yang berkaitan dengan investasi langsung sebagai contoh menyebabkan kerugian pada pihak buruh. Melalui intrik yang mereka lakukan menyebabkan mereka mendapatkan biaya produksi yang lebih murah dengan mempekerjakan buruh yang bernilai murah dan mendapatkan keuntungan yang lebih besar ketika mereka menjualnya dengan memakai patokan ongkos produksi yang tinggi.

Dan demikian juga halnya dengan kebijaksanaan Structural Adjustment Program-SAP yang dilakukan oleh IMF dan World Bank terhadap berbagai negara tanpa perbedaan kepada masihng-masing negara dengan istilah Good Governance. Yang menyebabkan kekuatan politik negara yang mengalami SAP semakin melemah.

Oleh karena itu dalam bentuk ini seperti yang telah disebutkan diatas telah menyebabkan ketimpangan yang semakin tajam, dimana 20 % penduduk menerima lebih dari 80 % keuntungan global, 10 % dari penduduk suatu negara menerima setengah dari pendapatan nasional serta pengangguran yang terjadi; hilangnya kebebasan politik negara berkembang, terancamnya demokrasi dan sebagainya. Jadi sudah jelas bahwa pasar global itu membawa keuntungan lebih pada negara-negara tertentu dan memberi dampak yang merugikan bagi negara mayoritas. Oleh karena itu, apa yang dapat dilakukan?

Tindak Lanjut

Globalisasi sebagai sebuah sistem yang di-back-up oleh hegemoni kelas atas tentunya tidak dapat dihancurkan seperti membalikkan telapak tangan. Diperlukan suatu mukjizat untuk melihat semua itu terjadi. Akan tetapi yang penting tampaknya adalah bagaimana peranan kita dalam masyarakat yang menderita kerugian oleh karena pengaruh globalisasi tersebut agar mampu untuk tetap survive.
Bagaimana caranya? Gitu aja koq repot, ya seperti kata ungkapan “Jangan lebih besar pasak dari pada tiang”. Lho??? #$@!!^%$#@!!!
Gimana caranya????

2 Responses

  1. lantas apa perbedaan antara globalisasi dengan globalisasi dalam sistem perekonomian?????????

  2. lantas apa perbedaan antara globalisasi dengan neoliberalisme dalam sistem perekonomian???????????

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: